Hakikat Doa yang Kita Panjatkan

Nun media – Di dalam Surat Al-A’raf ayat 156, Allah berfirman :

وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِنَا يُؤْمِنُونَ

Terjemah arti: Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”.

Di dalam ayat tersebut menjelaskan bahwa siksanya Allah akan diberikan kepada sesiapa saja yang dikehendaki oleh Allah. Begitu pula dengan rahmatnya Allah, hanya akan diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa, yang menyisahkan hartanya untuk membayar zakat dan beriman akan ayat-ayatNya.

Orang dikatakan bertaqwa apabila banyak ingat pada Gusti Allah. Mengingat Gusti Allah disini direalisasikan dengan cara berdzikir dan memperbanyak istighfar. Mengapa harus memperbanyak Istighfar? karena hidup kita tidak akan terlepas dari perkara maksiat. Dengan beristighfar seseorang akan diberi petunjuk oleh Gusti Allah.

Orang dapat mengerjakan shalat dan membayar zakat karena ingat pada Gusti Allah. Andaikan saja jika seseorang tidak ingat pada Gusti Allah, maka mustahil baginya untuk mengerjakan shalat atau menyisahkan harta untuk membayar zakat.

Dalam niat shalatpun seseorang diwajibkan untuk melafadzkan Lillahita’ala yang berarti karena Allah Ta’ala. Karena shalat yang niatnya bukan karena Gusti Allah tentunya akan menjadi tidak sah. Lillahita’ala juga merupakan wujud untuk ingat kepada Gusti Allah. Apabila Gusti Allah telah memberikan petunjuk atau hidayah kepada seseorang, ketika sesorang itu terjebak dalam masalah maka memperbanyak istighfar adalah obatnya. Doa yang mustajab adalah istighfar dan shalawat.

Doa dapat dikatakan mustajab ketika kita berdoa sefrekuensi dengan Gusti Allah. Apa yang dimaksud sefrekuensi dengan Gusti Allah? Sefrekuensi disini maksudnya adalah menyambungkan frekuensi dengan Gusti Allah dan Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang mengakibatkan dimudahkannya keinginan seseorang akan dikabulkan oleh Allah yaitu melalui istighfar dan shalawat. Ibaratnya seperti ketika kita mendegarkan radio.

Radio yang suaranya tidak jelas dan menimbulkan kebisingan pasti akan kita ubah channelnya untuk menemukan channel radio yang dapat didengarkan dengan baik tanpa memekakkan telinga. Begitu pula ketika kita didatangi oleh pengamen. Jika pengamennya memiliki suara yang buruk, maka kita akan cepat-cepat memberikan uang agar pengamen tersebut tidak lagi mengganggu kita. Sebaliknya, jika pengamen-pengamen tersebut memiliki suara yang enak didengarkan, maka kita akan betah dan senang mendengarkannya.

 

Begitu pula dengan Gusti Allah, bisa jadi doa kita belum terkabul karena Allah suka dengan lantunan doa-doa kita. Sehingga Allah tidak dengan cara cepat mengabulkan doa kita.
Gusti Allah juga akan mengabulkan keinginan kita ketika kita bisa sefrekuensi dengan Gusti Allah. Caranya adalah memperbanyak istighfar dan shalawat. Karena dengan Istighfar dan shalawat inilah apapun yang kita doakan dapat kita dapatkan dan tentunya mendapat rahmat Allah. Insya Allah. Wallahua’lam bisshowab

Penjelasan Q.S Al-A’raf ayat 156 oleh Abuya Taqiyyudin Alawiy

 

Penulis: Layyin 

nuhaonosogrem

super admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: