Habieb Husein dan Karya Kitab Tafsir “Mudazdakkarat fi Tafsiril Qur’an” Alm. KH. Masduqie Mahfudz

Sayid Muhammad bin Alwiy bin Abbas al-Malikiy

Tentu semua orang tahu siapa beliau ini, Sayid Muhammad bin Alwiy bin Abbas al-Malikiy. Yakni sosok ulama internasional, seorang profesor doktor. Sosok ulama dari kalangan habaib yang menguasai segala bidang keilmuan. Beliau ahli fikih, ahli ushul fikih, ahli hadist, ahli tafsir, seorang sufi, seorang wali masyhur keramat-keramatnya, menulis banyak kitab dalam segala disiplin ilmu, seorang tokoh teladan yang mulia budi pekertinya, dan memiliki banyak murid tersebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

 

Habieb Husein bin Alwiy bin Agil

 

Salah satu murid beliau di Indonesia adalah Habieb Husein.
Habieb Husein ini dapat dikatakan termasuk murid Sayyid Muhammad yang istimewa dan pilihan. Habieb Husein belajar kepada Sayyid Muhammad selama 40 tahun.

 

Abah Yai Mushoddaq menceritakan bahwa salah satu kajian yang diampu oleh Sayyid Muhammad di majelisnya adalah kajian tafsir.
Setiap Sayyid Muhammad ada acara di luar negeri dan terpaksa meninggalkan majelisnya, maka badal beliau dalam kajian tafsir adalah habieb Husein ini, Habieb Husein bin Alwiy bin Agil. 

Sejak tahun 2014, habieb Husein ini mengisi kajian tafsir setiap Ahad pagi di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono Malang.

Habieb Husein bersama Abah Yai Mushoddaq

 

 

Masih menurut abah Yai Mushoddaq, bahwa Habieb Husein dihadirkan di pondok Nuha atas permintaan ibunda abah Yai Mushoddaq. Iya, Ny. Hj. Umi Chasinah Chamzawi berharap ada habieb karismatik yang mengajarkan ilmu dan memberkahi para santri Nuha Mergosono.

Habib Husein usai pengajian disalami para santri

Saat mau diputuskan ngajinya mau ngaji kitab apa, pertimbangan muncul bahwa ada baiknya kitab yang dikaji adalah kitab yang punya ikatan dengan pendiri pondok Nuha, Alm. Kyai KH. Masduqie Machfudz. Sedangkan beliau ini punya ikatan yang cukup dekat dengan Syekh Ali Ash-Shobuni. Maka akhirnya Habieb Husein memilih mengkaji kitab Shofwah at-tafsir. Ini juga cerita dari abah Yai Mushoddaq.

Abah Yai Masduqie Almagfurlah Syeich Ali As Shobuny

Sedangkan Alm. KH. Achmad Masduqie Mahfudz memiliki karya kitab tafsir “Mudazdakkarat fi tafsiril Qur’an”, yang menurut saya, metode penulisan kitabnya itu mengikuti jejak langkah Syekh Ali Ash-Shobuni dalam menulis kitab Shofwah at-Tafsir.
Selengkapnya terkait kitab tafsir yang ditulis Alm. KH. Achmad Masduqie Mahfudz ada di kitab tafsir karya kyai masduqie

 

Tulisan ini diambil dari status Whatsapp kang Rojulun Lathifun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: