Faedah dan Ijazah Kitab Khoshoisunnabi SAW, KH. Ahmad Ali Khidlir PP An-Najah Denanyar, Jombang

Kitab Khoshoisunnabi Shollallohu’alaihi wasallam dikarang oleh seorang ulama’ yg telah menghafal paling sedikitnya seratus ribu hadits beserta sanadnya, beliaulah Syekh Al-‘alim Al-‘allamah Al-hafidz Nashiruddin Al-Mughluthoiy. Didalamnya menjelaskan keistimewaan-keistimewaan baginda Nabi Muhammad SAW.

Disampaikan oleh KH. Ahmad Ali Khidlir, faedah-faedah dari kitab Khoshoisunnabi SAW diantaranya adalah orang yang membaca kitab ini atau membawanya saja maka Allah SWT akan menjaga dari keburukan syaithan, disegani oleh semua orang dan Allah SWT akan mengakhiri hidupnya dengan husnul khatimah, orang yang membacanya didekat kepala orang yang sakit, maka Allah SWT akan menyembuhkannya, ketika kitab ini dibawa oleh musafir (orang yang bepergian) maka Allah SWT akan menjaganya dalam perjalanan dan akan memberikan keselamatan dari setiap perkara yang mengkhawatirkan dan dia tidak akan takut pada pembegal.

Barangsiapa menulis kitab ini dan mengalungkannya pada tubuhnya, maka Allah SWT akan menjadikan ia dicinta di hati manusia dan tidak seorangpun yang melihatnya kecuali akan mencintainya, barangsiapa menulis lalu menggantungkannya diatas pintu rumah, maka kenikmatan tidak akan pernah hilang dalam rumah tersebut. Dan barangsiapa melanggengi membacanya maka dia tidak akan meninggal sebelum ia melihat tempatnya di surga.

Akan tetapi semua faedah tersebut akan terwujud dengan syarat adanya keyakinan, niat yang ikhlas dan prasangka baik kepada Allah SWT serta mengerti hak-haknya. KH. Ali Khidlir menjelaskan, faedahnya kitab khoshoisunnabi SAW itu mencakup urusan duniawi dan ukhrowi, karena kanjeng nabi Muhammad SAW itu berkah untuk kita di dunia dan akhirat.

Banyak sekali, beberapa alumni dan santri KH. Ali Khidlir yang telah merasakan fadhilah-fadhilah dari kitab khosoisunnabi SAW setelah membaca kitab tersebut, sebagaimana yang diceritakan oleh KH. Ali Khidlir. Diantaranya, ada seorang yang bercerita bahwa saat dia mengendarai truk dan mengalami kecelakaan parah, hingga kepala truknya pesok (red : penyok), akan tetapi biidznillah wa bibarokati rosulillah dia terselamatkan.

Dalam cerita yang lain, ada seorang pemuda yang berniat melamar perempuan idamannya, setelah sampai di rumah si perempuan, dia ditolak. Pemuda tersebut tidak patah semangat, dia pulang, kemudian mengkhatamkan membaca khoshois. Kemudian, dia kembali lagi ke rumah si perempuan idamannya, dan alhamdulillah lamarannya diterima.

Semua ini tergantung ketulusan dan kebaikan niat dari pembaca. Jika niatnya baik, seperti dalam cerita melamar seorang perempuan tersebut, yaitu untuk menikahi perempuan bukan untuk mempermainkannya. Maka, insyaAllah akan diberikan hasil yang baik juga oleh Allah SWT.

Barokahnya membaca Khoshoisunnabi juga dirasakan oleh salah seorang petani di Wonosobo. Saat itu, dia mengkhatamkan kitab khosoisunnabi, seusai membaca sebagaimana biasa, dia pergi ke sawah untuk bekerja, tandur (red : menanam tanaman di sawah). Setelah itu, dia merasa bahwa hasil panennya semakin melimpah, sebab barokahnya membaca kitab khosoisunnabi. Semenjak saat itu, tiap hari dia merutinkan membaca kitab khosoisunnabi.

Ini mengingatkan kita, bahwasanya barokahnya kanjeng Nabi Muhammad SAW itu pasti. Kenikmatan dunia dan akhirat itu ada karena berkahnya nabi SAW. (Silmi Maulidya)

One thought on “Faedah dan Ijazah Kitab Khoshoisunnabi SAW, KH. Ahmad Ali Khidlir PP An-Najah Denanyar, Jombang

  • November 29, 2019 at 11:25 pm
    Permalink

    Suka bacanya aku tu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: