Workshop Penulisan Artikel untuk Media

Semangat para santri dalam bidang literasi membuat elemen masyarakat mulai penasaran. Seperti yang diketahui, santri diasumsikan sebagai pribadi yang independen, kolot, dan tertinggal dalam hal pandangan ilmu karena keterbatasan akses sosial.

Namun, hal tersebut berhasil dipatahkan oleh para santri pondok pesanten tertua di daerah Kota Lama, Malang, yang dulunya dikenal sebagai kawasan preman. Nama pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono Malang yang diasuh oleh K.H. Taqiyyudin Alawy, M.T. Peserta seminar yang terdiri dari santri pesantren tersebut sangat antusias mengikuti kegiatan workshop kepenulisan. Kegiatan bermanfaat ini diadakan oleh panitia terpilih dan dibantu oleh grup literasi Nun Media. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 September 2019 di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono Malang dalam rangka memperingati Pekan Muharram 1441 hijriah.

Dengan mengusung tema “Proses Kreatif Penulisan Artikel untuk Media”, panitia mengundang pemateri keren yang pernah menduduki nominasi The Best Kompasional 2016. Selain itu, beliau bekerja sebagai penulis dan anggota redaksi dari CakNun|dot|com. Beruntungnya lagi, beliau juga keluarga alumni Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono. Pemateri istimewa tersebut adalah Ustad Achmad Saifullah Syahid.

Workshop dimulai sekitar pukul 13.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Karena antusiasme pemateri dan peserta yang begitu luar biasa, akhirnya dibukalah sesi diskusi ke 2 yang dimulai pada pukul 18.00 WIB sampai 19.30 WIB.

Tentunya, acara ini memberikan kesan dan manfaat bagi santri pondok pesantren tersebut. “Pematerinya bagus, sih! Bisa menambah horizon cara penulisan dan mengingatkan hal-hal kecil yang sebenarnya sudah kita dapatkan sejak sekolah dasar.” tukas salah satu peserta santri putra. “Workshop kemarin menurutku worthy banget. Semacam lighting up my ‘burem’ view about writing. Kayak, benang-benang kusut perihal kudu nulis apa, gimana, writer’s block, itu keurai semua.” tambah seorang peserta putri yang menunjukkan ketertarikannya akan acara workshop kepenulisan tersebut.

Selain itu, peserta workshop berharap agar pelatihan tentang penulisan bisa diadakan secara berkala di Pondok Pesantren Nurul Huda. “Ekspektasi ke depan, semoga bisa ada meeting rutin buat sharing, saling baca, saling kasih saran, koreksi EYD, tanda baca, dan lain-lain.” ujar satu peserta putri tersebut dalam workshop kemarin.

oleh : Iskobar Santani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: