Selalu Positive Thinking, Menjadi Muslim di Amerika

 

Pada Kamis, 24 Oktober lalu, ada yang berbeda dari kegiatan rutin malam Jum’at di Pondok Pesantren Nurul Huda Mergosono Malang. Dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2019, santri Nurul Huda putri menggelar kegiatan Sharing Discussion Muslim Americans.

 

Dalam kesempatan ini, pengurus putri mengundang seorang mahasiswi Amerika yang sedang mengikuti program di Malang, yaitu Aisha. Sharing Discussion Muslim Americans ini membahas pengalaman Aisha mengenai kehidupannya sebagai muslim di Amerika.

 

Para santri sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dibantu oleh ning Wava untuk menginterpretasikan materi yang dibawakan Aisha, acara berlangsung sangat hidup. Meski demikan, terdapat beberapa santri yang mengajukan pertanyaan sambil mempraktikan kemampuannya berbicara bahasa Inggris.

 

 

 

Aisha menceritakan pengalamannya di lingkungan sekolah, tetangga, serta masyarakat umum Amerika yang majemuk. Tanpa menutupi kenyataan yang ada, Aisha menyampaikan adanya diskriminasi di Amerika serta alasan dan sejarah penyebab diskriminasi tersebut. Sehingga membantu para santri lebih terbuka dengan fenomena tersebut.

Seorang santri bernama Ropiah bertanya mengenai saran dan persiapan yang perlu dilakukan baginya sebelum pergi ke Amerika, dimana Muslim menjadi minoritas. Aisha menyambut gembira pertanyaan Ropiah dan menyampaikan bahwa pemerintah Amerika akan senang dengan adanya masyarakat muslim Indonesia yang pergi kesana. Berkali-kali Aisha menyampaikan bahwa meski diskriminasi terhadap muslim di Amerika menyakitkan hatinya, ada sisi positif yang bisa diambil yaitu tumbuhnya solidaritas dan toleransi terhadap sesama.

Terkait persiapan bagi kita, santri, yang hendak ke Amerika untuk waktu yang cukup lama seperti melanjutkan kuliah, Aisha berpesan agar tetap fokus pada tujuan. Selain itu, dia juga berpesan untuk bergabung dengan komunitas Muslim lainnya.

Aisha menyampaikan agar kita selalu berpikir positif agar tidak memperkeruh keadaan serta tidak menebar kebencian. Selalu ingat bahwa Allah SWT menciptakan makhlukNya dengan kebaikan dan keburukannya. Aisha menceritakan pesan ibunya untuk selalu berbuat baik kepada tetangga dan temannya yang non-muslim karena sesama makhluk social kita akan saling membutuhkan.

Selain itu, kata Aisha, kita tidak perlu baper dengan perlakuan diskriminatif tersebut karena kita harus menjaga kesehatan mental kita.

 

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan yang ada di lingkungannya. Juga memiliki pandangan yang lebih objektif dan bijak mengenai kondisi kehidupan sebagai muslim minoritas di suatu negeri, dalam hal ini Amerika.

 

Penulis: Tika Kartika

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: