Meski Betul-betul Cinta, Jika Termasuk dari Golongan ini, Laki-laki Haram Menikahinya

perempuan yang haram dinikahi laki-laki

 

Cinta katanya buta membutakan, tuli menulikan, bisu membisukan.

Ya, katanya!

Katanya lagi, sudah jodohnya begini!

Nyatanya, syariat tidak menghendaki semua kebersamaan bisa selalu demikian!

 

Memperjuangkan cinta ke jenjang pernikahan adalah hal yang patut dilakukan oleh seseorang yang saling mencintai demi menghalalkan cintanya. Bagi seorang laki-laki, akad nikah adalah kunci untuk mengikrarkan perempuan yang dicintainya sebagai halaail.

 

Baca juga: https://nun-media.com/2017/10/05/pacaran-mata-rantai-belenggu-setan/

 

Tetapi sebelum beranjak ke tangga memperjuangkan cinta, atau bahkan sebelum menyemai benih-benih cinta kepada seorang perempuan, identifikasilah silsilah keluarga. Karena dalam syariat Islam, terdapat beberapa perempuan yang haram dinikahi sebab nasab. Yaitu sebagai berikut:

  1. Ibu
  2. Nenek baik dari ayah ataupun ibu
  3. Putri atau anak kandung berjenis kelamin perempuan
  4. Cucu perempuan
  5. Saudara perempuan kandung yang seibu-sebapak, atau seibu saja, atau sebapak saja
  6. Saudara perempuan ayah atau saudara perempuan ibu, atau biasa dipanggil bibi atau tante
  7. Saudara perempuan nenek atau kakek baik dari ibu maupun ayah
  8. Keponakan perempuan atau anak perempuan dari saudara laki-laki maupun anak perempuan dari saudara perempuan
  9. Cucu perempuan keponakan, atau anak dari keponakan

Sembilan golongan perempuan yang haram dinikahi karena nasab ini juga sama haramnya jika disebabkan persusuan. Karena perempuan yang menyusui seorang anak, yang bukan anak kandungnya, otomatis menjadi ibu dari si anak tersebut. Sebab si anak telah minum ASI dari perempuan tersebut

Dalam sebuah hadist diterangkan bahwa: yang haram dinikahi sebab persusuan, sama dengan sebab nasab. Apa yang diharamkan dari persusuan adalah apa yang diharamkan dari nasab.

 

*Oleh-oleh Ngaji bersama Habib Husein dalam kajian Kitab Shofwatut Tafaasir, Asbabul nuzul QS. An-Nisa: 22-31

Penulis: Tika Kartika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: