Amalan Sunnah Hari Asyura dari Habib Umar bin Hafidz

sumber foto : moeslem.xyz

Hari Asyura, atau hari ke sepuluh bulan Muharram adalah hari yang sangat istimewa. Terdapat beberapa peristiwa fenomenal yang terjadi pada hari ini; diantaranya adalah diterimanya taubat Nabi Adam AS, mendaratnya bahtera Nabi Nuh AS, diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun, dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari sumur, dikeluarkannya Nabi Yunus AS dari perut ikan, pengangkatan Nabi Isa AS, dan lain sebagainya.

Sudah sejak ratusan abad silam para pemeluk agama Samawi mengagungkan hari ini. Nabi Musa dan para pengikutnya, misalnya, melaksanakan puasa pada hari ini sebagai ungkapan rasa syukur atas pertolongan Allah dari Fir’aun dan bala tentaranya. Ratusan abad setelahnya, bahkan, kaum Yahudi Madinah masih istiqomah melaksanakan puasa hari Asyura. Berkenaan dengan hal ini, Rasulullah SAW lalu bersabda:

نَحْنُ أَحَقًّ بِمُوْسَى مِنْكُمْ فَصَامَهُ وَأمَرَ بِصِيَامِهِ (رواه إبن ماجه)

Artinya: “kami lebih berhak atas puasa Musa daripada kalian.” Nabi Muhammad SAW kemudian berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk puasa (HR. Ibnu Majah)

Selain berpuasa pada hari Asyura, amalan-amalan sunnah lain yang dapat dikerjakan oleh umat muslim yang dirangkum dari dawuh Al Habib Umar bin Hafidz adalah sebagai berikut:

  1. Berpuasa pada hari Asyura disertai dengan satu hari sebelum atau sesudahnya

Hal ini dimaksudkan agar tidak menyamai puasa yang dilakukan oleh umat Yahudi. Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW:

صُوْمُوْا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَخَالِفُوْا فِيْهِ الْيَهُوْدَى وَصُوْمُوْا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا (رواه أحمد)

Artinya: “Puasalah kalian pada hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi. Kerjakan puasa dari satu hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya” (HR. Ahmad)

Al Habib Umar bin Hafidz menjelaskan, diantara keutamaan berpuasa pada hari Asyura adalah dapat menghapuskan dosa selama setahun dan setara dengan berpuasa selama satu tahun.

  1. Bersedekah kepada keluarga

Rasulullah dalam sebuah Hadits menyebutkan:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى عِيَالِهِ فِي يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ فِيْ سَنَتِهِ كُلِّهَا (رواه الطبراني و البيهقي)

Artinya: “barangsiapa yang melapangkan keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan hidupnya pada hari tersebut” (HR. At-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Yang dimaksud dengan bersedekah kepada keluarga adalah dengan mencukupi segala kebutuhan-kebutuhan keluarga dari rizqi yang halal, yang dapat membuat hati seluruh anggota keluarga merasa tenang pada hari itu.

  1. Membaca qulhu 1000 kali

Diriwayatkan dari Sayyidina Ali KW bahwa “barangsiapa yang membaca qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlas) pada hari Asyura sebanyak 1000 kali niscaya Allah akan memandang dengan rahmat kepadanya, dan barang siapa yang dipandang rahmat oleh Allah niscaya tidak akan disiksa selamanya.”

  1. Mengusap rambut anak yatim

Al Habib Umar bin Hafidz dengan mengutip hadits Nabi SAW menuturkan, bahwa barang siapa yang mengusap rambut anak yatim dan apapun yang dilakukannya dengan lemah lembut, cinta, kasih sayang, serta rahmat; bahwasanya setiap rambut yang diusap tangannya akan mendapatkan satu tingkatan di surga, akan diraih kebaikannya atas apa yang telah dilakukan oleh tangannya dari mengusap rambut anak yatim.

baca juga http://nun-media.com/2017/09/28/santunan-yatim-piatu-ritual-dalam-perspektif-sosiologis/

Selain amalan yang telah tersebut di atas, disunnahkan pula untuk melaksanakan amaliyah-amaliyah yang telah dianjurkan oleh Nabi SAW untuk sennatiasa dijadikan kebiasaan, seperti mengunjungi orang-orang alim, menjenguk orang sakit, serta menyambung tali shilaturrahmi.

Wallahu a’lam

 

Oleh: Rofiatul Mukarromah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: