KH. Chasbullah Badawi, Al Ghazali dari Kesugihan

Seorang kyai yang memiliki peran penting dalam perjuangan dakwah, beliau adalah KH. Chasbullah Badawi. Dilahirkan di Desa Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah pada tanggal 12 Desember sekitar tahun 1938, ulama kharismatik yang juga adalah salah seorang Mustasyar PBNU ini dikenal dengan sapaan romo Chas atau mbah Chas.

Nasab beliau adalah KH. Chasbullah Badawi bin KH. Badawi Hanafi bin KH. Fadhil bin H. Asy’ari bin Sayudo bin Sumesentiko bin Betoro Laono bin Gagak Handoko bin Mbah Bedug (keturunan Mataram/Yogya). Ayah beliau KH. Badawi Hanafi  yang hampir semasa hidupnya beliau habiskan untuk menuntut ilmu dan mengaji di beberapa pondok pesantren di Jawa Tengah dan di Jawa Timur. Semenjak kecil beliau adalah seseorang yang memiliki semangat untuk mencari ilmu dan sangat tekun mengaji. Kyai Badawi Hanafi muda harus menyebrangi sungai tidak berjembatan dan jarak yang begitu jauh. Namun karena tekad dan memiliki semangat yang kuat, beliau tetap istoqamah berangkat. Beliau juga adalah seseorang yang sederhana dan tidak suka bermewah-mewah. Setelah sekitar 32 tahun beliau menjadi seorang santri, beliau memutuskan untuk pulang di tahun 1924 dan mendirikan pondok pesantren yang kini dikenal sebagai pondok Ihya’ ‘Ulumaddin Cilacap Jawa Tengah.

Beliau menikah dengan ibu Nyai ‘Aisyah Badriyah binti KH. Abdullah Mukri dari Kebarongan  pada tahun 1926, yang kemudian dikaruniai 14 orang putra putri. Salah satunya adalah KH. Chasbullah Badawi, beliau dididik oleh orang tuanya untuk mencintai ilmu sejak kecil. KH. Chasbullah Badawi sejak kecil telah di ajarkan mengaji, beliau mendapatkan pendidikan al-Qur’an pertama yang diajarkan langsung oleh ayahnya. Beliau juga belajar dibeberapa pesantren di jawa tengah dan jawa timur.  Salah satunya, setelah beliau lulus dari SMP, beliau berhijrah untuk tholabil ‘ilmi di Pondok Pesantren Kasri Gading Malang kemudian melanjutkan sekolah formalnya di SGA Malang  yang sekarang lebih dikenal dengan  MAN 3 Malang.

Setelah beliau menuntut ilmu, beliau kembali ke Kesugihan untuk mendampingi dan meneruskan kepemimpinan Pondok Pesantren Ihya ’Ulumaddin sepeninggal kakaknya pada tahun 1999. Dalam masa kepemimpinanya, beliau telah berhasil memadukan pendidikan pesantren yang tradisional dengan pendidikan formal. Sehingga, berkat kegigihan beliau,  berdirilah Yayasan BAKII yang menaungi 53 lembaga pendidikan formal dari TK hingga perguruan tinggi.

Beliau dikenal sebagai orang yang selalu berprasangka baik kepada orang lain. Hal ini membuat beliau sangat dicintai tidak hanya oleh santri-santri, namun juga orang-orang yang pada mulanya tidak mengenal beliau. Namanya harum dan masyhur dikalangan artis, pejabat Negara bahkan syeikh-syeikh dari Timur Tengah yang sering datang dan bersilaturahmi ke Kesugihan Cilacap. Presiden RI dan menteri-menteri bahkan sering melakukan kunjungan dan sowan kepada beliau.

  1. KH. Chasbullah Badawi adalah sosok yang sempurna dan seorang idola. Menjadi seorang guru yang menuntun dan membimbing putra-putri dan santrinya, menjadi ayah yang memimpin di dalam keluarga untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta menjadi seorang kakak yang siap untuk mendengarkan keluh kesah. Seorang pemimpin umat yang bersahaja, sederhana dan menjadi tauladan, yang memiliki nilai-nilai luhur keulamaan, kerendahhatian, dan keakraban dengan semua orang, hingga kei Menjadi sebuah obor terang yang selalu menerangi dan memberikan petunjuk dan bimbingan bagi masyarakat, khususnya keluarga dan santri-santrinya. Begitu juga adalah seorang pejuang yang Down to earth –tidak pernah memandang harta adalah segalanya– sehingga beliau selalu hidup dalam kesederhanaan.

Beliau sangat kagum dan terinspirasi oleh Hujjatul Islam Imam Al Ghozali. Latar belakang beliau mengaguminya adalah karena salah satu karya Imam Al Ghozali yang sangat monumental yakni Ihya ‘Ulumaddin. Kitab ini berisi tentang kaidah dan prinsip dalam mensucikan jiwa (Takziyatun Nafs) yang membahas tentang perihal hati, pengobatannya dan mendidik hati yang menjadi tumpuan atau dasar perilaku sehari-hari. Kisah hidupnya juga sangat mirip dengan Imam Al Ghozali, dimulai dari pemikiran beliau serta jalan tasawufnya yang moderat.

  1. Chasbullah Badawi, berdasarkan hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang, mengemban amanah sebagai Mustasyar PBNU periode 2015-2020. Namun, pada 2017 Sang pencipta menghendaki beliau untuk kembali keharibaan-Nya. Beliau wafat di Rumah Sakit Geryati Purwokerto, Jawa Tengah di usia yang ke 79 tahun.

Penulis: Hulifah Fauziyah

Sumber:

  1. Wawancara, Lubbul Umam, S.E (Putra ke tiga),Cilacap.
  2. http://ppsyamsulhuda.blogspot.id/2012/01/biografi-dan-karya-kh-badawi-hanafi.html?m=1
  3. http://www.google.co.id/amp/s/alihya2cilacap.wordpess.com/2011/02/02/pondok-pesantren-al-ihya-ulumaddin/amp/
  4. Instagram akun resmi @pp_ihyaulumaddin
  5. http://sufistikmodern.blogspot.com/2018/02/biografi-singkat-kh-chasbullah-badawi.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: