Mengenal Jannatul Ma’la, Tempat Mbah Mun Disemayamkan Satu Area Dengan Istri dan Keluarga Nabi

Foto sumber: flickr

Jannatul Ma’la adalah nama yang disebut-sebut jadi pilihan tempat disemayamkannya jasad KH Maimun Zubair.

Area makam ini banyak dikunjungi oleh jamaah Haji dan Umroh. Lokasinya berada di hadapan Jabal Assayyidah atau Bukit Siti Khadijah di daerah Al-Hujun, Mekah. Posisi Ma’la sendiri sekitar 1 km utara Masjidil Haram.

Pemakaman ini sudah berusia lebih dari 1700 tahun dan sampai sekarang masih tetap bertahan. Menurut informasi, disini juga merupakan makam istri pertama Nabi Muhammad, Siti Khadijah.

Tak hanya itu, banyak ulama-ulama kesohor Indonesia dan dunia yang juga dimakamkan di Ma’la. Sebut saja Syaikh Nawawi dari Banten yang merupakan kakek dari Wakil Presiden terpilih KH. Ma’ruf Amin.

Lalu Syaikh Amin Al Quthbi dari Lombok, Syaikh Khotib Minangkabau, Sayyidah Khadijah al-Kubro, Sayyid Ibrohim, Sayyid Qosim hingga Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki.

Di Jannatul Ma’la ini terbentang pemakaman kuno yang mempunyai nilai penting dalam sejarah Islam. Dalam sejarah disebutkan bahwa manusia pertama yang dikubur di Ma’la adalah Qushay bin Kilab, Qushay merupakan kakek bangsa Quraish.

Kemudian kakek kakek Nabi Muhammad lainnya pun dimakamkan di tempat tersebut seperti Abdu Manaf bin Qushay, Hasyim bin Abdu Manaf, Abdul Muthalib bin Hasyim.

Selain itu juga paman Nabi, Abu Thalib, al-Walid ibnu Al-Mughirah, putra Nabi, Al-Qasim dan At-Thayib, wanita pertama yang mati syahid, Sumayyah bin Al-Khabbath Abdurahman bin Abu bakar As-Shiddiq, Abdullah bin Umar bin Khattab dan masih banyak lagi.

Bisa dikatakan, Ma’la adalah makam keluarga Rasulullah yang kemudian dijadikan pemakaman umum. Pemakaman ini dikenal juga dengan nama Jannatul Ma’la yang artinya surga Al-Ma’la.

Banyak kaum muslimin yang sangat menginginkan bisa dimakamkan dengan para keluarga dan sahabat nabi ditempat ini. Pun dengan Mbah Mun.

Keinginan Mbah Mun dimakamkan di Ma’la telah lama digaungkan semasa hidupnya. Santri-santrinya hafal betul dengan keinginan Mbah Mun untuk meninggal dan dikebumikan disana.

 

(Nunung Nasikhah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: