1441 HIJRIAH DAN SEMANGAT PATRIOTISME SANTRI

Tak terasa sudah hampir 15 abad agama Islam eksis di kancah peradaban spiritual manusia. Turut menyempurnakan perilaku-perilaku yang tidak sewajarnya dilakukan manusia sebagai makhluk yg sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Hal ini pun tak bisa dielakkan dari semangat patriot tokoh yang menurut Michael H. Hart berada di urutan nomor satu, Nabi Muhammad SAW. Terlahir dari seorang ayah bernama Abdullah dan Ibu bernama Siti Aminah.

Beliau merupakan tokoh yg sangat patut untuk dijadikan suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Sifat jujurnya dalam berdagang, pemaafnya terhadap musuh-musuhnya, belas kasih terhadap kaum tertindas, dan akhlak terpuji lainnya yang bahkan manusia zaman sekarang belum tentu bisa melakukannya persis seperti apa yang beliau lakukan kala itu. Seorang proklamator, panglima, kiai, legislator, sekaligus eksekutor bagi umat Islam sepanjang zaman. Salah seorang konglomerat maaf yg dengan murahnya memberikan syafaat kelak di hari kiamat.

Tentu beliau dalam menjalankan semua peran tersebut tidak berjalan dengan seorang diri. Ada istri tercintanya, Siti Khadijah, dan 4 sahabat beliau yg senantiasa mendukung dalam setiap suka dan duka yang dialami. Salah seorang sahabat beliau yg terkenal garang adalah Sahabat Umar bin Khattab, yang menjadi presiden ketiga setelah beliau wafat.

Sahabat Umar merupakan salah seorang presiden umat Islam yg sering melakukan ekspansi ke negeri seberang, atas nama jihad di jalan Allah. Semangat jihadnya harus gugur di tangan seorang majusi persia bernama Abu Lu’lu’ah yang menghujam Beliau dengan belati sebanyak 6 kali sewaktu Sahabat Umar melaksanakan solat Shubuh. Perilaku amoral tersebut dilakukannya lantaran tak terima atas jawaban Sahabat Umar untuk menurunkan pajak atas tuannya. Abu Lu’lu’ah yang kala itu sedang terpojok, gemetaran, dan ketakutan harus mengakhiri hidupnya saat itu juga.

Meskipun wafat dihujam belati, Sahabat Umar hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa setidaknya beliau tidak dibunuh oleh seorang muslim. Beliau meminta dimakamkan di sebelah makam Nabi Muhammad, sahabat seperjuangan beliau.

Banyak jasa-jasa yang diperbuat oleh sahabat Umar selama menjabat sebagai Khalifah ketiga umat islam diantaranya adalah penetapan tahun baru Hijriyah, atau sistem penanggalan yg didasarkan atas revolusi bulan terhadap bumi. Sebaliknya dengan sistem penanggalan Masehi yang didasarkan pada revolusi bumi terhadap matahari yang hingga saat tulisan ini ditulis sudah berumur sedikit lebih tua daripada sistem penanggalan Hijriyah. Sistem penanggalan Hijriyah didasarkan sejak Nabi Muhammad SAW pertama kali melakukan hijrah ke kota Madinah, yakni pada tahun 622 Masehi.

Dengan demikian fungsi sistem penanggalan Hijriyah salah satunya adalah agar umat Islam senantiasa mengobarkan semangat jihad islam di jalan Allah, selalu introspeksi diri akan keburukan dan kebaikan yg telah dilakukannya selama setahun ke belakang maupun setahun yang akan datang. Diawali dengan doa akhir tahun di waktu ashar dan diawali doa awal tahun di waktu maghrib. Bukankah itu lebih indah daripada kita berfoya-foya menghabiskan uang demi fanatisme duniawi sebagaimana yg biasa kita lakukan di tahun baru Masehi.

Semangat patriotisme yg telah diajarkan oleh Nabi Muhammad dan Sahabat Umar juga patut dicontoh. Gagah, berani, dan pantang menyerah. Namun meskipun demikian alangkah baiknya kita berjihad sesuai dengan apa yg bisa kita lakukan.

Wallahu A’lam…

Oleh :  Abdullah Alwi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: