Syahid Karena Tidur

Oleh: Wandi Anwas

Salah satu proses Perkembangan dan persebaran Islam sejak masa Rosulullah yang dilakukan yaitu melalui peperangan. Peperangan yang dilakukan umat Islam sangatlah elegan dengan berpegang teguh pada beberapa pinsip seperti tidak membunuh wanita dan anak-anak, tidak menghancurkan tempat ibadah, serta tidak diperkenankan membunuh musuh yang telah menyatakan keimanannya kepada Allah dan Rosulullah. Sehingga masyarakat tidak hanya masuk Islam karena kekalahan dalam perang, namun adapula yang masuk Islam karena kagum terhadap prinsip-prinsip yang umat Islam pegang dalam peperangan.

Terjadinya perang badar yang dimenangkan oleh umat Islam telah mengejutkan dunia. Kejutan itu terjadi karena menurut akal sehat/ rasional, jumlah umat Islam yang hanya berkisar 313 personil dengan perlengkapan seadanya mampu mengalahkan orang-orang kafir yang berjumlah lebih kurang 10.000 personil dengan perlengkapan peperangan yang lengkap dan canggih pada zamannya. Selain atas dasar kehendak Allah SWT, kemenangan itu juga dipicu oleh semangat untuk berjuang (berjihad) di jalan Allah.
Semangat umat Islam dalam berjihad tersebut tidak lepas dari dua iming-iming yang sama-sama menguntungkan. Jikalau umat Islam memenangkan peperangan, maka mereka akan mendapatkan kemuliaan dan harta rampasan perang. Sedangkan apabila mereka gugur dalam peperangan akan dijanjikan kebahagiaan berupa surga. Ibarat seorang pedagang, orang yang berjihad adalah orang yang dijanjikan selalu untung dan tidak akan pernah rugi.
Seiring dengan meluasnya daerah kekuasaan Islam, peperangan tidak lagi menjadi sarana untuk mengembangkan dan menyebarkan Islam. Namun iming-iming dalam berjihad masih mengendapkan semangat berjihad di dalam hati setiap umat Islam. Kemudian muncullah sabda Rasulullah yang mengarahkan untuk mulai beralih dari jihad peperangan menuju jihad melawan hawa nafsu.

Orang yang meninggal dalam keadaan berjihad disebut dengan Syahid. Sementara beberapa ulama mengkategorikan syahid ke dalam kategori syahid dunia, syahid akherat, dan syahid dunia dan akherat. Syahid dunia merupakan orang yang gugur dalam perang, dalam keadaan maju namun niatnya bukan dalam rangka menegakkan kalimat Allah. Syahid Akherat termasuk di dalamnya orang yang meninggal karena penyakit di perutnya, tenggelam, terbakar, ketika nifas, dll. Syahid dunia dan akherat adalah orang yang gugur dalam perang, dalam keadaan maju dengan niat menegakkan kalimat Allah SWT.

Gelar Syahid (orang yang meninggal dalam keadaan berjihad) menurut para ulama tidak lagi terbatas dalam peperangan semata. Orang yang mempertahankan hartanya dari penjahat kemudian meninggal bisa tergolong syahid. Orang yang meninggal ketika sedang menuntut ilmu juga bisa tergolong syahid. Bahkan di dalam kitab Tanqihul Qoul, gelar syahid juga bisa dinobatkan kepada orang yang berwudhu sebelum tidur, Kemudian kematian menjemputnya ketika ia tidur. Wallahua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: