Untuk Apa Hidup ?

Sesungguhnya kita memerlukan pemahaman tentang makna hidup yang hakiki. Apa hidup ini sebenarnya? Kenapa saya begini, untuk apa ada di sini ?

و ما خلقت الجن و الانس الا ليعبدون

Jika ada seseorang yang berkata kepada seorang perempuan, “Aku jatuh cinta kepadamu.”, sangat berbeda dengan seseorang yang berucap, “Aku tidak mencintai seorang pun kecuali kamu.” Pernyataan yang pertama dapat diartikan si pemberi statement mungkin tidak hanya mencintai si mukhotob yang sedang ia ajak bicara, mungkin ia juga mencintai orang lain selain kepada orang yang sedang ia ajak bicara. Sedangkan pernyataan yang kedua mengandung pengkhususan, seakan-akan si pengucap ingin berkata, “Aku hanya mencintaimu, tidak kepada yang lain.”

Begitu juga ayat Adz-Dzariyat tersebut, Alloh tidak sekedar berfirman, “Aku menciptakan jin dan manusia untuk beribadah.”, akan tetapi Alloh berfirman, “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah.” Pemaknaan yang pertama mengandung kemungkinan tentang tujuan dari penciptaan jin dan manusia tidaklah hanya untuk beribadah semata, melainkan juga untuk hal-hal lain selain beribadah. Sedangkan pemaknaan yang kedua mengandung makna pengkhususan tentang tidak akan diciptakannya jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah.

Ayat itu mengandung arti bahwa kalau bukan untuk beribadahnya jin dan manusia, maka Alloh tidak akan menciptakan keduanya. Artinya, tidak ada pilihan lain bagi jin dan manusia setelah mereka diciptakan kecuali pilihan untuk mereka hanya satu, yakni beribadah kepada Alloh.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana jika anggapan tentang sesuatu yang bisa dikatakan sebagai ibadah hanya berfokus kepada yang berbau ke-arab-an, sehingga timbul persepsi ditengah-tengah komunitas muslim bahwa seseorang dikatakan beribadah apabila ia membaca buku berbahasa arab yang berisi kajian agama saja, sedangkan mereka yang belajar fisika, geologi, kimia, sosiologi, biologi, antropologi dan sebagainya tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori aktivitas menghamba kepada Alloh ?

Bagaimana juga ketika ibadah hanya diidentikan dengan jubah, dan juga sorban ketika sholat, sementara seseorang yang memakai batik ketika menjalankan kewajibannya di institusi pelayanan masyarakat, atau bahkan orang yang memakai baju khusus untuk bertani atau berladang tidak dikategorikan sebagai orang yang beribadah ?

Kalau persepsi seperti itu terus dipertahankan, tentu akan mudah sekali mengarahkan vonis salah kepada orang yang belajar fisika, geologi, kimia, sosiologi, biologi, antropologi, dan juga kepada orang yang memakai batik ketika menjalankan kewajibannya di institusi pelayanan masyarakat, dan begitu pula orang yang memakai baju khusus untuk bertani atau berladang. Karena sesungguhnya manusia tidak diberikan pilihan lain dalam penciptaannya, dalam keberadaaanya kecuali hanya untuk beribadah.

Sebagai makhluk Alloh yang diamanahi sebagai khalifatulloh di bumi, otomotis manusia juga memiliki tanggung jawab untuk mengusahakan adanya perbaikan dan juga mencegah adanya kerusakan di atas bumi. Merupakan suatu ketaatan sebagai hamba, mengadakan islah dan menolak ifsad di atas bumi.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengusahakan islah dan mencegah ifsad di atas bumi. Kreatifitas, inovasi, dan fleksibilitas dibutuhkan di dalamnya. Inilah yang dimaksud dengan ibadah ghoiru mahdloh. Ibadah yang di dalamnya tidak terdapat aturan: selagi tidak ada larangan dari Sang Pembuat Syariat untuk mengerjakannya, maka tak apa dikerjakan.

Dari sini, kita menemukan angin segar bagi orang yang belajar fisika, geologi, kimia, sosiologi, biologi, antropologi, dan juga kepada orang yang memakai batik ketika menjalankan kewajibannya di institusi pelayanan masyarakat atau menjadi pejabat pemerintahan, dan begitu pula orang yang memakai baju khusus untuk bertani atau berladang. Selagi mereka meniatkan aktivitas mereka untuk mengusahakan adanya islah dan mencegah adanya ifsad di atas bumi, aktivitas mereka tetap mengandung nilai ibadah kepada Alloh. Pada akhirnya, pemenuhan kewajiban manusia berupa beribadah kepada Dzat Yang Menciptakannya pun bisa dipenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: