Ketidakpedulian pada Atribut Picisan

Hamba Tuhan itu berjalan di atas bumi dengan asyik, raut kesusahan ataupun kegelisahan sama sekali tak terlihat di pori-pori wajahnya. Akan tetapi, ia yang berkendara di atas bumi ditemani oleh suara reyot kendaraannya untuk memenuhi hajatnya sering dituduh tak sukses dalam kehidupan oleh para pendengki ceriwis. Hanya karena kesederhanaan, yang mereka menyebutnya sebagai ketidak-beruntungan, para pendengki itu meneriaki hamba Tuhan itu dengan cacian, “Penghambaanmu kepada Tuhanmu tak membawa kebaikan bagi kehidupanmu.”

Sang hamba Tuhan itu tak terlalu peduli pada teriakan itu, yang ia rasa hanya rasa iba yang mungkin tak akan dipercaya oleh para pendengki itu ketika ia mengungkapkannya kepada mereka. Sang hamba Tuhan itu hanya sibuk oleh cinta yang menyebabkan ia tidak lagi peduli kepada atribut-atribut sepele berupa reruntuhan dunia. Para pendengki itu tak tahu Yang paling berhak dicinta, mereka tak tahu siapa yang membuat dan apa yang dibuat, mereka tak tahu seberapa tinggi derajat yang membuat, mereka tak tahu tanda orang yang mencinta adalah terlepasnya atribut-atribut picisan yang disebabkan oleh fokus berlebih yang dipusatkan hanya kepada sang kekasih.

Bukankah memang sebuah keharusan bagi kedua mempelai pengantin yang sedang ingin memadu cinta dan kasih untuk melepaskan segala atribut resepsi pernikahannya jika ingin merasakan kenikmatan dalam bercinta. Betapa bodohnya mempelai pengantin yang tetap setia pada baju, celana, gaun pengantin, atau setia kepada bunga yang dikalungkan di lehernya, saat ia sedang bercinta.

Normalnya, tentu mempelai itu akan melepaskan semua atribut itu saat bersama kekasihnya, karena ia tahu bahwa atribut-atribut itu langsung menjadi picis jika dibandingkan dengan sang kekasih, dan akan menjadi sangat mengganggu jika terus dipakai saat bercinta dengan sang kekasih.

Sama seperti si mempelai pengantin, hamba Tuhan yang sibuk oleh cintaNya, menganggap segala atribut-atribut yang berbau dunia terlihat picis dihadapannya, dan akan sangat menganggu ketika ia ingin menikmati cinta dari Dzat yang paling ia cinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: