Konfirmasi Tuhan: Tasliyah untuk Kekasih

Pada umumnya, ketika orang terdekat kita, atau orang yang kita cintai digosipkan dengan hal-hal yang buruk, kita akan mengoreksi berita tersebut, kita akan mengkonfirmasi ke pihak-pihak yang menghembuskan berita tersebut bahwa orang terdekat kita, atau orang yang kita cintai itu tidak lah seperti yang mereka beritakan.

Akan tetapi, hal yang berbeda kita temui di Surat Yãsīn,

يس. إنك لمن المرسلين

Oleh As-Syekh Khamãmī, sababun nuzūl dari Surat ini dijelaskan bahwa Surat ini turun sebagai penguatan atas kenabian Nabi Muhammad. Orang-orang kafir pada saat itu berkata bahwa Muhammad bukanlah Nabi, dan bukan pula seorang yang diutus oleh Tuhan. Ia hanyalah seorang yatim yang diasuh oleh Abu Tholib. Muhammad tak pernah pergi ke maktab*, tidak pula belajar ilmu kepada seorang pengajar, lalu bagaimana bisa ia menjadi Nabi. Begitulah anggapan orang-orang kafir pada saat itu.

Tentu saja, Nabi Muhammad tidak ragu atas kenabiannya. Akan tetapi, anggapan orang-orang kafir itu membuat hati Nabi Muhammad bersedih. Oleh sebab itu, turunlah Surat Yãsīn, sebagai bentuk penolakan terhadap anggapan orang-orang kafir. Uniknya, bentuk kalimat yang digunakan untuk merekam kalam Alloh yang berisi penolakan terhadap statement orang-orang kafir itu menggunakan dlomir muttasil berupa kãf, bukan memakai ha’. Sesungguhnya engkau benar-benar termasuk dari orang-orang yang diutus. Artinya khitob yang dituju adalah Nabi Muhammad saja, padahal pada umumnya konfirmasi tentang pemberitaan ditujukan kepada orang yang membuat, menyebar, dan mengkonsumsi berita itu. Sehingga jika menuruti keumuman itu, seharusnya yang dipakai bukanlah dlomir kãf, tapi ha’, sesungguhnya ia benar-benar termasuk dari orang-orang yang diutus.

Fakta ini memberikan hikmah bagi kita bahwa bagi Alloh, Nabi Muhammad lebih penting untuk diperhatikan, seakan-akan, “Kalau orang-orang kafir itu tidak beriman bahwa engkau adalah rasulKu, itu tak apa. Yang penting, ketahuilah, demi Al-Quran Al-Hakīm, sesungguhnya engkau benar-benar termasuk dari rasul-rasulKu.”

Fakta ini berbanding lurus dengan kejadian perubahan arah kiblat, yang pada saat sebelum peristiwa itu terjadi, Nabi Muhammad tampak sering menengadahkan wajahnya ke arah langit. Seketika itu, kiblat ibadah dari salah satu ibadah yang paling vital dalam syari’at Islam dirubah ke arah yang diridloi, yang direlakan oleh Nabi Muhammad. Semua paparan di atas menguatkan statement yang berbunyi:

لولا سيدنا محمد صلى الله عليه و سلم، ما خلق الله الخلق.

As-Syekh Ali Jum’ah memberikan penjelasan tentang statement itu bahwa Nabi Muhammad adalah Hamba Alloh yang paling utama, beliau adalah simbol ibadah, yang mana telah dijelaskan oleh Alloh bahwa tujuan dari penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah. Sedangkan langit dan bumi -termasuk segala yang ada di dalamnya- diciptakan untuk khidmah kepada manusia. Nabi Muhammad adalah simbol kepastian dari tauhid dan ibadah yang mana itu merupakan hikmah dari penciptaan jin dan manusia. Beliau adalah manusia yang paling sempurna, simbol kemanusiaan, yang karenanya Alloh menciptakan segala sesuatu yang ada di langit dan bumi.

______________________
*Tempat untuk belajar.

One thought on “Konfirmasi Tuhan: Tasliyah untuk Kekasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: