Kitab Tafsir Karya Kyai Masduqie

Oleh: Indirijal Lutofa

Foto yang dilampirkan ini adalah buku tafsir yang berjudul “Mudzakkarah Tsalitsah fi Tafsiri al-Qur’an al-Karim”. Kitab atau buku berbahasa arab ini disusun oleh Drs. KH. Achmad Masduqi Mahfudh pada tahun 1989. Sebagaimana keterangan pada sampul buku, buku ini merupakan bahan ajar yang digunakan untuk perkuliahan Mata Kuliah Tafsir pada jurusan PAI Fakultas Tarbiyah IAIN Malang, yang saat itu Fakultas Tarbiyah tersebut adalah salah satu fakultas yang ada dalam naungan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kitab tersebut dulunya diterbitkan oleh BAK Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel pada tahun 1989. Pada saat itu, Kyai Masduqi Mahfudh merupakan salah satu dosen tetapnya.

Saya kurang tahu ada berapa seri kitab tafsir ini, mungkin ada 3 seri atau bisa lebih, namun 2 seri lah yang baru saya lihat, mudzakkarah ula dan mudzakkarah tsalitsah, yang memuat mudzakkarah khamisah dan sadisah. Sebagaimana dalam kata pengantar mudzakkarah ula, Kyai Masduqi menjelaskan bahwa isi dari kitab ini sudah disesuaikan dengan kurikulum dan silabus mata kuliah tafsir. Kyai yang pernah menjadi Rois Syuriah PWNU Jawa Timur selama dua periode ini menyusun kitab ini atas dorongan untuk memperlancar dan mempermudah para mahasiswa dalam mempelajari tafsir berdasarkan buku-buku dan kitab-kitab anjuran yang telah ditetapkan dalam silabus.

Kitab karya Kyai pendiri PPSS Nurul Huda Mergosono Malang tersebut merupakan buah kitab tafsir mau’dhu’i, yakni membahas dan menafsiri ayat-ayat al-Qur’an dengan tema-tema tertentu. Mudzakkarah ula kitab tafsir Kyai Masduqi ini memuat dua tema besar. Tema pertama; tafsir ayat-ayat akhlaq yang berisi 3 sub tema, yakni tentang berbakti terhadap kedua orang tua, silaturrahim, dan dengki atau hasad. Tema kedua; Tafsir ayat-ayat muamalah yang berisi 1 sub tema, yakni Akhwalusy Syakhshiyyah.

Sedangkan mudzakarah tsalitsah memuat 6 tema, pertama; tentang ke-fitrah-an manusia dan puncak kehidupannya, kedua; tentang pendidikan dalam keluarga, ketiga; tentang kemanfaatan ilmu bagi kehidupan manusia, keempat; tentang keutamaan akal dan pemiliknya, kelima; tentang al-Qur’an yang merupakan akidahsyariah dan petunjuk bagi manusia, dan keenam; tentang perintah untuk bersatu dan larangan berpecah belah.

Dalam rangka mempermudah pembahasan ayat-ayat al-Qur’an sebagaimana tema-tema di atas, Kyai Masduqi menggunakan beberapa metode pembahasan sebagai berikut;

Pertama: Kyai Masduqi menyebutkan ayat-ayat yang se-tema.

Kedua: Tafsirul mufradat, Kyai Masduqi menguraikan beberapa kosa kata pilihan yang sulit atau penting.

Ketiga: alMa’na alJumaliy, Kyai Masduqi memaparkan makna global ayat dan mengorelasikan ayat-ayat (di tema) dengan ayat-ayat sebelumnya.

Keempat: alidhoh, Kyai Masduqi menjelaskan tafsir dari ayat-ayat yang bertema tadi dengan berpegang pada beberapa sumber kitab-kitab tafsir.

Kelima : alAhadits allati tata’alaqu bil ayah, Kyai Masduqi menyebutkan hadits-hadits Nabi SAW yang ada hubungannya dengan ayat-ayat (di tema).

Keenam : alKhulashah, Kyai Masduqi memberikan kesimpulan.

Itulah enam metode pembahasan yang digunakan oleh Kyai Masduqi dalam menyusun kitab tafsirnya. Namun dalam beberapa tema tertentu, beliau tidak menggunakan keenam metode pembahasan di atas, semisal di tema tertentu, beliau tidak membahas hadits-hadits terkait, dan di tema yang lain, beliau tidak memberikan kesimpulan.

Sepantasnya sebagai sebuah karya intelektual, apalagi karya seorang dosen, Kyai Masduqi menyusun kitab tafsirnya ini dengan merujuk kitab-kitab tafsir yang tidak diragukan lagi kualitasnya, semisal Tafsir al-Jalalain, Tafsir Ibn Katsir, Tafsir al-Maraghi, Shafwah at-Tafasir, dan sumber-sumber kitab lainnya, termasuk kitab-kitab hadist dan kitab-kitab fann ilmu yang lain.

Nampaknya, Kyai Masduqi menggunakan 6 metode pembahasan tadi dikarenakan terilhami oleh kitab Shafwah at-Tafasir, karya Syaikh Ali Ash-Shobuni, yang menggunakan 10 metode pembahasan. Kyai Masduqi hanya menggunakan 6 dengan bahasa yang berbeda dengan Syaikh Ali Ash-Shobuni.

Tentu bagi para santri atau murid Kyai Masduqi, sangatlah penting mengetahui karya-karya ilmiah beliau. Saya menduga masih banyak karya beliau yang belum diketahui oleh khalayak umum, meskipun dulu sudah pernah diterbitkan. Karya bahasa arab lainnya selain kitab tafsir ini adalah Kitab I’rabul Ahadits. Tentu, penelusuran dan pencarian karya beliau sangatlah penting untuk dilakukan oleh para santri Kyai Masduqi, untuk kemudian dibaca dan dipelajari kembali, sehingga bisa terus lestari.

Pencarian karya beliau bisa dilakukan dengan menemui dan bertanya kepada para keluarga beliau dan para santri-santri beliau yang sudah pada boyong. Sedangkan kitab tafsir ini ditemukan oleh saudara Umar di gudang lantai 3 PPSS Nurul Huda saat bersih-bersih beberapa waktu yang lalu. Lalu saya ambil kitab ini di kantor.

Kagem Kyai Haji Achmad Masduqi Mahfudh, al-Fatikhah.

4 thoughts on “Kitab Tafsir Karya Kyai Masduqie

  • January 19, 2018 at 5:54 am
    Permalink

    Monggo diketik ulang nggih

    Reply
  • February 12, 2018 at 4:53 am
    Permalink

    Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
    Mau nanya. apakah kitab tafsirnya masih ada smpai saat ini?

    Reply
    • March 22, 2018 at 2:23 pm
      Permalink

      Ada, masih tersimpan
      Silahkan hubungi
      +62 822-3160-2741
      Indirijal

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: