Atho’ as-Silmiy dan Baju Tenunannya

Oleh : KH. Achmad Shampton

Suatu hari Atho’ as-Silmiy menenun baju. Ia merajut baju itu dengan hati-hati dan teliti. Sungguh sempurna baju itu di matanya, tidak ada cacat dan indah sekali. Setelah selesai dengan tenunan baju itu, Atho’ membawanya ke pasar dan menawarkannya kepada seorang tukang kain. Tukang kain itu kemudian menawar dengan harga yang rendah sekali. Tukang kain itu juga mengatakan bahwa baju itu ada cacatnya di sana-sini.

Mendengar bahwa baju buatannya ada cacat-cacat yang ditunjukkan oleh tukang kain, Atho’ mengambil kembali baju itu, memeluknya dan menangis pilu. Melihat tangisan itu, tukang kain itu menjadi iba dan menyesal mengatakan dan menunjukkan cacat baju bikinan Atho’. Untuk menghibur Atho’, si tukang kainpun bersedia memberikan harga sesuai yang diminta oleh Atho’ semula.

Tapi Atho’ kemudian berkata: “wahai tukang kain, saya tidak menangisi sesuatu seperti yang kau sangkakan. Ketahuilah, saya menenun baju ini dengan teliti dan hati-hati, hingga saya tidak melihat cacat pada baju itu, tapi setelah orang lain melihatnya, nampaklah cacat-cacat yang tidak saya ketahui atau saya teledor tidak melihatnya, meski saya sudah sangat hati-hati. Terus bagaimana dengan amalku sekarang ini saat ditawarkan di hadapan Allah, berapa banyak cacat, kekurangan amalku yang akan nampak di “mata” Allah, yang kita semua ini seringkali teledor dan alpa atas cacat dan kekurangan amal kita.”

_____________________

Sumber kisah : Kitab Minhajul ‘Abidin, halaman 79

 

One thought on “Atho’ as-Silmiy dan Baju Tenunannya

  • August 11, 2018 at 10:17 pm
    Permalink

    Subhanallah sangat penuh dengan hikmah😊 terimakasih banyak atas nasihat nya 🙏

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: