Buta Mata, Tapi Tajam Mata Batin

Oleh: Indirijal Lutofa

Bahwa Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwy Al-Haddad lahir di Tarim Hadhramaut pada malam kamis tanggal 5 Safar 1044 H. Beliau sejak kecil matanya tidak bisa melihat. Akan tetapi beliau mempunyai ketajaman mati batin yang sangat-sangat tajam. Mata beliau tidak bisa melihat, tapi karya kitab beliau itu banyak.

و قد كف بصره وهو صغير فعوضه الله عنه بنور البصيرة

Jum’at malam sabtu, 29 juli 2016, ketika Kiai Achwanuri menyampaikan biografi singkat Habib Abdullah Al-Haddad sampai redaksi  tersebut, Kiai Achwanuri mengkisahkan sosok Al-Marhum Mbah Mad Muntilan Watucongol Magelang yang mempunyai kesamaaan dengan Habib Abdullah Al-Haddad.

“Kalau nggak salah, antara pada tahun 1986 dan 1988, saya sowan ke Mbah Mad Muntilan. Beliau itu tidak bisa melihat. Sehingga beliapun tidak bisa melihat siapa-siapa saja yang sedang sowan ke beliau. Tapi walaupun beliau demikian, anehnya beliau itu ketika berhadapan dengan al-Qur’an atau kitab keislaman, seolah-olah ada sesuatu cahaya yang menerangi kitab, sehingga beliau bisa membacanya. Dari sosok Mbah Mad inilah saya bisa faham tentang Habib Abdullah yang matanya tidak bisa melihat, tapi Allah menggatinya dengan memberikan ketajaman mata batin”, kata Kiai Achwanuri dalam pelajaran kitab Al-Hikam di kelas 6 Madrasah Diniyah Nurul Huda Mergosono Malang.

Kiai Ahwanuri melanjutkan bahwa Mbah Mad juga sempat dawuh,” saya begini ini ya tetap saja ada nikmatnya. Kalau saya jalan-jalan ke tepi sungai sana itu, kan di sana sering ada wanita pada mandi di sungai, ya dengan keadaan begini ya saya jadinya bisa terjaga dari pemandangan yang tidak boleh dilihat itu. Coba kalau saya bisa melihat? Saya ya belum tentu bisa menjaga mata dari pemandangan yang tidak boleh dipandang itu”.

Semoga Allah senantiasa menjaga mata kita dari segala pemandangan yang buruk. Semoga Allah mempertajam mata batin kita semua. Amin.

3 thoughts on “Buta Mata, Tapi Tajam Mata Batin

  • December 26, 2017 at 1:30 am
    Permalink

    Mohon maaf, admin sudah tabayun ke PP. Darussalam Watucongol Muntilan Magelang apa belum ?
    Soalnya pada kurun waktu 92-94 saya sempat belajar ngliwet di kamar 19 pp Wtucongol.
    Dan beliau Mbah Mad masih sehat, segar dan tidak (maaf) buta seperti berita ini.

    Reply
    • December 26, 2017 at 3:03 pm
      Permalink

      mohon maaf, iya belum tabayun ke sana, kami hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru kami yang sempat sowan ke muntilan, kalau kami mau tabayyun, njenengan ada nomor yang hp yang bisa kami hubungi?

      Reply
  • August 16, 2018 at 10:05 am
    Permalink

    aminnnn
    semoga mata kasar ini bisa kita atur dengann mata batin kitga
    amiinnn

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: