Nasihat Gula dari Secangkir Kopi

Oleh: Achmad Zakaria (Kontributor & Direktur team kleru.com)

Kopi merupakan teman sejati bagi para santri terutama untuk menunjang kegiatan kajian kitab yang dilakukan sehari-hari. Ia sudah dipercaya mampu mencegah kantuk dan menghidupkan syaraf-syaraf yang letih seharian. Sayangnya, atas khasiat yang luar biasa bermanfaat itu, kopi seringkali dinikmati saat malam hari. Alhasil kopi mampu menyebabkan insomnia. Sebagian santri yang hobi ngopi tidak bisa tidur hingga menjelang subuh termasuk juga saya.

Suatu hari ditengah keheningan malam, saat sedang asyik-asyiknya menyeruput secangkir kopi, tiba-tiba pikiran saya tertuju pada gula yang sudah larut dan menyatu pada kopi. Pikiran saya bertanya-tanya kenapa hanya kopi yang selalu disebut namanya sedangkan nama gula tidak pernah disebut, seolah tidak dianggap keberadaannya.

Dalam secangkir kopi yang nikmat juga terdapat gula entah sedikit atau banyak. Akan tetapi kebanyakan orang khususnya para penikmat kopi tidak pernah menyebut gula meski pada kenyataannya kopi memegang peranan penting dalam secangkir kopi. Ironisnya, gula selalu di anggap sebagai sumber penyakit seperti diabetes dan lain sebagainya. Padahal bisa dibayangkan andai tidak ada gula mungkin kopi tak akan menghasilkan rasa senikmat itu.  Pun rasa kopi sejatinya adalah pahit, tanpa gula mustahil orang-orang akan menikmati keluarbiasaan rasa kopi.

Setelah lama melakukan perenungan untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut tiba-tiba muncul dalam pikiran saya bahwa hidup itu adakalanya seperti gula. Walau namanya jarang (atau bahkan sama sekali tidak pernah) disebut tetapi ia selalu memberi manfaat kepada kopi dan menyempurnakan rasa secangkir kopi. Tak peduli keberadaanya dianggap atau tidak.

Begitu juga dalam menjalani kehidupan ini ditengah masyarakat. Hidup tidak melulu tentang mencari nama. Berilah manfaat sehingga menjadikan lingkungannya baik dan maju. Walaupun namamu tidak pernah disebut atau bahkan keberadaanmu tak dianggap, jangan pedulikan! Teruslah seperti gula. Kelak ketika kamu tiada, orang-orang akan menyadari kebermanfaatanmu. Mencarimu karena ketiadaan gula mampu menjadikan kopi terasa pahit dan akhirnya tidak bisa dinikmati.

Wallahua’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: