Benarkah Anak Hasil Zina Tidak Bisa Masuk Surga?

Penulis: Nunung Nasikhah Ni’am Ilyas

Dunia ini semakin gila saja. Tindak perzinahan dan hubungan gelap semakin marak. Dibanyak media massa berlalu lalang berita tentang kasus pembuangan bayi hasil perzinahan yang kebanyakan dilakukan oleh para kaum remaja. Dari pelajar hingga mahasiswa.

Bahkan berdasarkan data yang dilansir oleh Thetanjungpuratimes (09/02/2016), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebutkan bahwa setidaknya ada 79 kasus pembuangan bayi yang telah dilaporkan selama tahun 2015. Data tersebut belum data secara nasional, hanya kasus yang dilaporkan saja. Dan motif pembuangan bayi tersebut diyakini karena mereka malu mempunyai anak dari hasil hubungan gelap atau zina.

sumber: islamidia.com

Mirisnya, dalam sumber lain disebutkan bahwa berdasarkan data yang dirilis WHO (World Health Organization), 41 persen atau hampir setengah dari 208 juta kehamilan di seluruh dunia merupakan kehamilan yang tak direncanakan dimana 11 persennya berasal dari remaja perempuan berusia 15-19 tahun (kumparan.com, 03/10/2017). Jika dilihat dari rentang usia tersebut, maka kemungkinan besar mereka belum menjalani pernikahan secara resmi. Ini juga menjadi bukti bahwa perzinahan saat ini sangat marak.

Kemudian munculah polemik tentang nasib dari anak-anak hasil hubungan gelap ini. Sebagaimana dalam sebuah keterangan yang tertulis di kitab Al Siraj al-munir ’ala jami’al Shagir karangan Ali al-Azizi (1377 H/1957 M) menyatakan bahwa,

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرْخُ الزِّنَا لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ

Yang Artinya: Rasulullah bersabda: “anak zina tidak bisa masuk surga”. Benarkah anak hasil hubungan gelap ini tidak bisa merasakan kenikmatan surga meskipun dia ahli ibadah dan sangat baik perilaku kesehariannya?

Menurut al-Munawi (masih dalam referensi yang sama), yang dimaksud dalam hadist tersebut adalah tidak masuk surga bersama rombongan pertama penghuni surga. Sekali lagi ditegaskan, bukan tidak bisa masuk surga selamanya, namun tidak bisa masuk surga bersama rombongan pertama penghuni surga. Lalu, siapakah rombongan pertama penghuni surga? Yakni Nabi Muhammad (orang pertama yang masuk surga) beserta kaum muslimin. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits Anas bin Malik,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Rasulullah SAW bersabda,”Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Lalu aku minta dibukakan. Maka penjaga pintu Surga berkata, ‘Siapakah engkau?’ Lalu aku jawab,’Aku Muhammad’. Lantas malaikat tersebut berkata,’Aku diperintahkan dengan sebab engkau. Aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelum engkau’.” (HR Muslim).

sumber: Daily Moslem

Jika dilihat secara eksplisit, hadist diatas memang terkesan bertentangan dengan  isi Alquran surat al-‘An’am ayat 164 yang berbunyi:

 {وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى}

Yang artinya, “ Seseorang yang tidak berdosa tidak akan menanggung dosa orang lain.”

Dalam konteks ini, seorang bayi yang meskipun merupakan hasil dari hubungan gelap hakikatnya adalah suci sebagaimana bayi-bayi yang berasal dari hubungan yang sah. Dia juga tidak menanggung dosa-dosa zina orangtuanya.

Namun, berdasarkan keterangan lebih lanjut, sebagaimana yang ditulis dalam buku Ahkamul Fuqaha: Solusi Problematika Aktual Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas dan Konbes Nahdhatul Ulama (1920-2010) disebutkan bahwa sebab tercegahnya anak hasil zina masuk kedalam surga (seperti yang dijelaskan sebelumnya) dimaksudkan sebagai ancaman dan penjera bagi pelaku zina. Semisal jika sang ibu mengetahui tentang dampak perbuatan (zina) itu mampu mencegah anaknya masuk surga, maka ia (diharapkan) akan menghindari perbuatan zina dan berusaha menjalankan yang halal. Dengan demikian, maka yang dimaksud dari hadist diatas adalah untuk mencegah perzinahan di kalangan anak adam.

Wallahu a’lam bisshawaab

2 thoughts on “Benarkah Anak Hasil Zina Tidak Bisa Masuk Surga?

  • September 9, 2018 at 6:25 am
    Permalink

    Semisal jika sang ibu mengetahui tentang dampak perbuatan (zina) itu mampu mencegah anaknya masuk surga, maka ia (diharapkan) akan menghindari perbuatan zina dan berusaha menjalankan yang halal

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: