160 Pusaka Sang Pujangga

Penulis: Lailatul Badriyah (@ellasyamsi)

 “Wahai Tuhanku limpahkanlah sholawat dan salam kepada kekasih-Mu sebaik-baik makhluk semuanya Dialah sang kekasih yang diharapkan syafa’atnya dari setiap huru-hara yang menimpa”

Salah satu cuplikan arti dari bait pada Qasidah Burdah tersebut menggambarkan betapa cintanya sang pengarang kepada Rasulullah SAW. Syarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Zaid Al-Bushiri atau yang lebih dikenal dengan Imam Al Bushiri, seorang sastrawan terkenal dari Negara Fir’aun. Beliau menafsirkan gerak-gerik kehidupan Nabi Muhammad SAW ke dalam bentuk bait-bait yang bisa dilantunkan dengan berbagai macam irama yang sangat indah dan penuh makna . Dengan gaya bahasa yang elegan dan nilai-nilai sastra yang sangat menawan. Beliau telah berhasil menggugah kecintaan umat islam kepada Rasulullah SAW secara lebih mendalam.

Pada awalnya, nama Burdah yang digunakan sebagai judul kitab maulid burdah ini adalah merujuk pada jubah yang dipakai Nabi SAW yang kemudian diberikan kepada Ka’ab bin Zuhair bin Abi Salma, seorang penyair terkenal dizaman Nabi. Qasidah Burdah berisi 160 bait yang terangkum dalam lima bait.

Sya’ir Pujangga Pecinta Rasulullah (sumber: cahpulokulon.blogspot.co.id)

Bait Pertama, berisi tentang cinta kepada sang kekasih. Yaitu ungkapan pilu atas dukacita yang dialami oleh penyair dan orang-orang terdekatnya yang teringat kepada kekasih, dan kerinduan juga kecintaan yang begitu mendalam.

Bait Kedua, berisi tentang peringatan dari bahaya hawa nafsu. Menurutnya, nafsu dianalogikan seperti anak kecil. Apabila dibiarkan terus menetek, maka ia akan tetap saja suka menetek. Namun, jika ia disapih maka ia akan berhenti dan tidak suka menetek lagi. Al Bushiri menegaskan agar hawa nafsu tidak dimanjakan, harus dibuang jauh-jauh karena nafsu itu sesat dan menyesatkan.

Bait Ketiga, berisi tentang pujian-pujian kepada Nabi. Beliau mengilustrasikan betapa Nabi diutus ke dunia untuk menjadi cahaya yang menerangi dua alam: manusia dan jin, pemimpin dua kaum: Arab dan bukan Arab. Nabi Muhammad bak permata diantara bebatuan semata.

PUJIAN: Betapa Nabi diutus ke dunia untuk menjadi cahaya yang menerangi dua alam: manusia dan jin, pemimpin dua kaum: Arab dan bukan Arab.
(ilustrasi: neztune.com)

Bait Keempat, berisi tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hari kelahiran Rasulullah SAW adalah hari dimana para ahli nujum telah meramalkan bahwa mereka akan mendapatkan peringatan akan datangnya siksa dan bencana.

Bait Kelima, berisi tentang mukjizat Nabi Muhammad SAW. Tidak terbatas pada itu, beliau juga menggambarkan keistimewaan paling utama yang ada pada Nabi yaitu mukjizat paling besar berupa Al Qur’an. Al Qur’an adalah kitab yang tidak terkandung sedikitpun keraguan di dalamnya, seperti yang dijelaskan pada surat Al Baqoroh. Selain tidak lapuk oleh perubahan zaman, kandungan Al Qur’an juga memiliki relevansi yang abadi dan selalu dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa alam semesta yang konteksnya sangat luas dan bersifat temporal.

Qasidah Burdah senantiasa dilantunkan oleh umat islam di berbagai penjuru dunia. Gaya Bahasa dan nilai-nilai estetikanya membuat kekuatan cinta ikut mengalir dalam diri setiap pembaca yang bisa meresapi kedalaman maknanya. Tak heran jika qosidah burdah juga seringkali disebut-sebut sebagai mantra yang diyakini bisa mengobati penyakit.

One thought on “160 Pusaka Sang Pujangga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: