Meniti Memori

 

Berdecak ku dihadapkan gedung tinggi

Bergeming di antara gemuruh para santri

Hembusan dingin nada shalawat penyejuk hati

Berirama dengan alam

Melebur hati yang kelam

Dan akhlakpun  ikut tersulam

 

Ah abah…

Teguranmu tak lagi bersenandung

Hanya sapa pusara

Yang mengingatkan kami

Akan akhlak mulia

Semangatmu dulu yang membuat kami rindu

Kebersahajaan yang membuat kami malu

Kegigihanmu yang membakar naluriku

 

Kami mulai terpaku

Dengan memomu dulu yang telah lalu

Kami mulai menangis

Sisi ilmumu yang masih menggaris

Kami mulai termenung

Akan pesan yang tertancap dalam relung

Dan kami putuskan untuk berlalu

Menguak memori Sang Kyai

Oleh: Khoirul Anwar (Anggota Tim Redaksi Nun Media)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: