Doa Orang Pulang Haji Berkhasiat? Begini Penjelasannya

Caption: ILUSTRASI: Doa sepulang ibadah haji banyak ditunggu-tunggu sanak famili (Sumber: http://newsfirst.lk)

Musim haji telah usai. Sudah menjadi adat, setiba pulang dari tanah suci, para kolega, sanak saudara, keluarga hingga tetangga datang meminta berkah do’a atau sekedar oleh-oleh dari saudi sana. Tradisi ini populer dengan sebutan “ziarah haji”.

Ternyata, pelaksanaan ziarah haji ini bukanlah tanpa dasar. Meminta do’a kepada orang yang baru pulang dari haji merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan. Sebab, mereka yang telah menyelesaikan ibadah haji diibaratkan sebagai bayi yang baru dilahirkan. Mereka suci kembali dari dosa-dosa. Oleh karena itu do’a mereka diklaim sangat mustajab.

Hal ini sesuai dengan keterangan dalam Hasyiyatul Jamal:

وفيه أيضا مانصه ويندب للحاج الدعاء لغيره بالمغفرة وان لم يسأله ولغيره سؤاله الدعاء بها وفى الحديث (اذا لقيت الحاج فسلم عليه وصافحه ومره أن يدعولك فانه مغفور له) قال العلامة المناوى ظاهره أن طلب الاستغفار منه مؤقت بما قبل الدخول فان دخل فات لكن ذكر بعضهم انه يمتد أربعين يوما من مقدمه وفى الإحياء عن عمر رضي الله عنه أن ذلك يمتد بقية الحجة والمحرم وعشرين يوما من ربيع الأول.
artinya:

“…dan dianjurkan (disunnahkan) bagi para haji untuk memohonkan ampun (do’a maghfiroh) kepada yang lain, walaupun mereka tidak memintanya. Demikian pula bagi mereka (yang tidak brerangkat haji) agar meminta untuk dido’akan. Hal ini berdasarkan do’a rasulullah SAW “apabila kalian berjumpa dengan haji (orang yang pulang dari melaksanakan haji) maka salamilah dia dan jabatilah tangannya dan mintalah agar didoakan olehnya, karena do’anya akan mengampunimu”. Al-alamah al-Munawi berkata bahwa permintaan doa kepada haji ini sebaiknya dilakukan selama haji itu belum memasuki rumah. Tetapi sebagian utama mengatakan bahwa permintaan do’a ini dapat dilakukan hingga 40 hari sepulangnya dari rumah. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin diterangkan berdasarkan cerita dari sahabat Umar RA. Keadaan ini dapat diberlangsungkan hingga akhir bulan Dzulhijjah, Muharram atau Dua puluh Rabiul Awal”.

Sebagian ulama’ mengatakan bahwa kemustajaban do’a orang yang baru pulang dari tanah suci adalah sebelum dia sampai ke rumahnya. Dan sebagian ulama’ lain mengatakan bahwa kemustajaban tersebut sampai 40 hari setelah kepulangannya dari ibadah haji.

Jika biasanya, ada waktu-waktu tertentu yang dianggap mustajab untuk berdoa. Pada momen ini semua waktu adalah mustajab. Dari pagi sampai malam dari malam sampai pagi semua sama saja. Hal ini berdasarkan pendapat yang kedua. Dan pendapat ini cukup populer di Indonesia serta menjadi pedoman pelaksanaan ziarah haji selama ini.

Dibalik sebuah anjuran agama tentu ada kebaikan yang terkandung didalamnya. Termasuk ziarah haji ini, dibalik keberkahan doa ada unsur sosiologis seperti meningkatkan interaksi sosial sesama muslim. Pelaksanaan ziarah haji ini tentunya bukan semata-mata untuk meminta doa saja, namun lebih pada mempererat ikatan silaturrahim diantara peziarah dan tuan rumah.

Namun, dibalik itu semua, tidaklah patut jika hanya bergantung pada kemustajaban doa dari pelaku ibadah haji. Ikhtiar tetaplah diperlukan untuk memperkuatkan doa-doa yang telah dilantunkan.

Penulis: Luzaimatul Fikriyah

Editor: Nunung Nasikhah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: