Musholla, Doa , dan Perayaan Full Faedah

Di luaran sana, tahun baru hijriah bisa jadi kalah pamor jika dibanding tahun baru masehi yang dirayakan seantero jagat setiap menjelang 1 Januari. Gemuruh suara kembang api, tiupan terompet hingga detik-detik penghitungan mundur menuju awal tahun menjadi hal yang lumrah dan rutin dirayakan. Sebaliknya, tahun baru hijriah nyaris tak pernah terdengar gaung perayaannya. Semisal ada, bisa jadi hanya beberapa sudut tempat yang menyuguhkan perayaan. Itupun secara kecil-kecilan.

Namun beda lagi dengan suasana di kalangan santri, para penghuni pondok pesantren khususnya di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Huda Mergosono Malang. Euforia perayaan tahun baru hijriah begitu kental terasa layaknya perayaan tahun baru masehi diluaran sana. Tak perlu tempat perayaan mewah seperti café, hotel ataupun tempat wisata. Tahun baru ala santri cukup duduk bersila di atas karpet musholla dibarengi dengan doa.

Penasaran seperti apa euforianya? Berikut perayaan tahun baru ala santri Pondok Nurul Huda:

  1. Mengakhiri dan Mengawali dengan doa

Selepas jamaah sholat ashar, sebelum memasuki waktu magrib seluruh santri dipimpin oleh pengasuh melantunkan doa akhir tahun yang diulang sebanyak tiga kali. Begitu pula pasca jamaah sholat magrib, seluruh santri dengan semangat memanjatkan doa awal tahun dengan jumlah pengulangan yang sama. Permohonan ampunan atas perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat agama selama setahun ditambah permohonan agar amal-amal baik yang telah dikerjakan dapat diterima oleh Allah SWT menjadi agenda doa yang paling utama. Inilah resolusi tahun baru santri yang sebenarnya. Semoga memasuki tahun baru mampu meningkatkan iman dan taqwa kepada Sang Pencipta Alam Semesta.

 

  1. Bulan Khusus Perlu Panitia Khusus

Jajaran pengurus putra-putri jauh-jauh hari telah membentuk kepanitiaan khusus untuk mengatur dan mengawasi jalannya acara mulai dari awal hingga akhir. Merekalah yang membuat konsep dan menjalankan acara selama sebulan penuh. Lelah, letih dan penat sudah pasti. Tapi mereka yakin ketulusan mampu menghasilkan keberkahan yang haqiqi.

 

  1. Momentum Istimewa, Full Lomba Super Meriah

Lomba antar santri hingga lomba antar Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) binaan Pondok Mergosono ikut memeriahkan perayaan tahun baru. Sebut saja lomba merangkai parcel untuk anak yatim, lomba pidato bahasa jawa, lomba kebersihan dan masih banyak lainnya selalu menjadi ajang seru bagi santri. Tak berhenti disitu. Sekitar 5-10 TPQ diundang khusus untuk mengikuti kompetisi seperti lomba adzan, tartil, praktek sholat, banjari dan lainnya. Selain menyemarakkan tahun baru, menggali minat dan bakat santri TPQ, juga menjadi ajang silaturrahim antar keduanya. Sangat seru, kan!

 

  1. Menyantuni dan Mendoakan Anak Yatim Piatu

Sudah menjadi tradisi di Pondok Mergosono setiap malam 10 Muharram ada momentum khusus untuk menyantuni anak yatim piatu dan dhuafa’. Dimulai dengan pemberian santunan yang dilanjut dengan ritual mengusap kepala anak-anak yatim dalam suasana yang mengharukan. Selain bantuan secara material, yang bisa dilakukan oleh level santri adalah doa untuk sang anak. Semoga kelak hidupnya sukses dan selalu diliputi keberkahan.

Penulis: Lailatul Badriyah (@ellasyamsi)

Editor: Nunung Nasikhah (@nas_nasikhah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: